Produk furnitur bambu Indonesia diminati oleh sejumlah negara. Meski, nilai ekspor produk furnitur Indonesia masih kecil.

Sekretaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Abdul Sobur mengatakan, negara-negara tersebut di antaranya China, Jepang, hingga Korea.

"Seluruh dunia suka bambu, terutama Asia tentunya, pasar terbesar China, Jepang, Korea, Taiwan, juga domestik (Indonesia)," kata dia.

Abdul menuturkan, nilai ekspor furnitur dari bambu masih kecil. Sehingga, peluang untuk digenjot masih besar.

Dia melanjutkan, ekspor produk furnitur dari bambu setahunnya hanya US$ 15 juta setahun. Angka ini masih kecil dibanding dengan ekspor furnitur dari kayu.

"Kalau hitungan kami data Himki tidak sampai US$ 15 juta per tahun. Berarti Rp 200 miliar. Kalau kayu US$ 1,2 miliar kira-kira Rp 20 triliun," ujarnya.

Abdul menuturkan, hampir semua jenis bambu bisa diolah jadi produk furnitur. Produk tersebut seperti meja, kursi, dan rak.

"Macam-macam bambu bisa diolah pokoknya selama bambu bisa diolah," ujarnya.