Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempermudah izin ekspor dan impor di tengah pandemi virus corona. Langkah ini dilakukan agar industri mudah mendapatkan bahan baku.

"Merespons dengan perubahan situasi ekonomi dan perdagangan global yang sangat cepat kita merelaksasi kebutuhan bahan baku dan kebutuhan industri dan orientasi ekspor. Kita juga mempermudah izin ekspor," ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020).

Agus menambahkan pihaknya juga akan menambah lokasi penerbitan SK impor dan pelabuhan ekspor-impor. Dokumen ekspor juga akan disederhanakan.

"Kemendag akan menghapus atau menyederhanakan dokumen wajib ekspor. Mengadakan revisi Permendag 44 dan 72," katanya.

Selain itu, stok bahan pokok diyakini masih aman hingga Agustus 2020. Stok beras saat ini sebanyak 3,5 juta ton dan diperkirakan ada tambahan produksi 2 juta ton.

"Cabai merah yang diketahui akan segera panen akhir Maret ini sampai Mei. Kemudian juga yang berkaitan dengan gula, saat ini stok di distributor diperkirakan 159 ribu ton," tuturnya.

Kemendag sedang menurunkan harga gula di lapangan dengan menurunkan tim kementerian dan Satgas untuk mencegah adanya penimbunan.

Terkait stok daging sapi saat ini ada sebanyak 14 ribu ton. Stoknya juga akan ditambah 170 ribu ton berupa daging kerbau.

"Berkaitan dengan daging dan stok 14 ribu ton. Ada kebijakan ditambah khususnya kerbau 170 ribu ton," tuturnya.

Agus juga merinci stok bahan pokok lainnya seperti minyak goreng 8,2 juta ton, bawang bombai 2.350 ton dan akan bertambah.

"Perlu disampaikan juga berkaitan dengan bawang bombai telah dikeluarkan 2.350 ton dan itu akan bertambah lagi RIPH ini akan diproses minggu depan sekitar 14 ribu ton untuk bawang bombai dan bertahap sampai April ini," katanya.

 

Sumber  :  Detik.com